jiwa insan yang terpilih amat merindui cintaNYA... bila ia kembali merenung kembali ia akan menjerit keharuan... NAFSUnya memberontak kenapa ia memilih JALAN INI??? KENAPA DIRI INI YANG TERPILIH??? JIWA YANG KEKOSONGAN memulakan deretan langkah di JALAN FI SABILILLAH, tapi tak tersangka si jiwa ini, ini akan ujian yang harus ditempuhi nya.... cuba bayangkan, SATU GAMBARAN... SI JIWA INGIN MENYELAMATKAN INSAN BEBERAPA INSAN DI DALAM RUMAH YANG TERBAKAR MARAK.. RUMAH TERSEBUT TELAH DIPAKU, DIRANTAI DAN DIKUNCI PINTUNYA, TAPI SI JIWA TERNAMPAK JENDELA TERBUKA... SI JIWA MASUK MELALUI TINGKAP... BILA KEADAAN SUDAH SELAMAT, API YANG MARAK TERPADAM... SI JIWA MERENUNG INSAN... MERAH MENYALA WAJAH INSAN MENAHAN KEMARAHAN... SI JIWA DI MARAHI DALAM DIAM KERANA MEMASUKI RUMAHNYA MELALUI TINGKAP... si jiwa ingin menyelamatkannya tetapi kenapa si jiwa dimarahi... PEDIH..... SEDH.... SUDAH BERIBU KALI SI JIWA MENGUNGKAP PERKATAAN BERUNDUR... kini, si jiwa yang terperangkap dalam kebakaran tersebut.... api sudah tidak dapat di padamkan lagi.... SI JIWA HANYA MENGANGGAP DIRI HANYALAH MENUMPANG HIDUP INSAN... ITU YANG AKAN SI JIWA SAMPAI BILA-BILA..... YA!!!!!!
Sunday, May 20, 2012
hidup ini umpama persinggahan yang amat memenatkan... adakalanya kita gembira, sedih, muram dan ceria mewarnai setiap rentetan kehidupan... diri manusia umpama boneka-boneka yang telah disusun setiap hala tujunya, namun jiwa yang diruntun sayang antara dua benua yang akan membimbing seorang hamba... kemana jalan yang akan dipilihnya....
jiwa insan yang terpilih amat merindui cintaNYA... bila ia kembali merenung kembali ia akan menjerit keharuan... NAFSUnya memberontak kenapa ia memilih JALAN INI??? KENAPA DIRI INI YANG TERPILIH??? JIWA YANG KEKOSONGAN memulakan deretan langkah di JALAN FI SABILILLAH, tapi tak tersangka si jiwa ini, ini akan ujian yang harus ditempuhi nya.... cuba bayangkan, SATU GAMBARAN... SI JIWA INGIN MENYELAMATKAN INSAN BEBERAPA INSAN DI DALAM RUMAH YANG TERBAKAR MARAK.. RUMAH TERSEBUT TELAH DIPAKU, DIRANTAI DAN DIKUNCI PINTUNYA, TAPI SI JIWA TERNAMPAK JENDELA TERBUKA... SI JIWA MASUK MELALUI TINGKAP... BILA KEADAAN SUDAH SELAMAT, API YANG MARAK TERPADAM... SI JIWA MERENUNG INSAN... MERAH MENYALA WAJAH INSAN MENAHAN KEMARAHAN... SI JIWA DI MARAHI DALAM DIAM KERANA MEMASUKI RUMAHNYA MELALUI TINGKAP... si jiwa ingin menyelamatkannya tetapi kenapa si jiwa dimarahi... PEDIH..... SEDH.... SUDAH BERIBU KALI SI JIWA MENGUNGKAP PERKATAAN BERUNDUR... kini, si jiwa yang terperangkap dalam kebakaran tersebut.... api sudah tidak dapat di padamkan lagi.... SI JIWA HANYA MENGANGGAP DIRI HANYALAH MENUMPANG HIDUP INSAN... ITU YANG AKAN SI JIWA SAMPAI BILA-BILA..... YA!!!!!!
jiwa insan yang terpilih amat merindui cintaNYA... bila ia kembali merenung kembali ia akan menjerit keharuan... NAFSUnya memberontak kenapa ia memilih JALAN INI??? KENAPA DIRI INI YANG TERPILIH??? JIWA YANG KEKOSONGAN memulakan deretan langkah di JALAN FI SABILILLAH, tapi tak tersangka si jiwa ini, ini akan ujian yang harus ditempuhi nya.... cuba bayangkan, SATU GAMBARAN... SI JIWA INGIN MENYELAMATKAN INSAN BEBERAPA INSAN DI DALAM RUMAH YANG TERBAKAR MARAK.. RUMAH TERSEBUT TELAH DIPAKU, DIRANTAI DAN DIKUNCI PINTUNYA, TAPI SI JIWA TERNAMPAK JENDELA TERBUKA... SI JIWA MASUK MELALUI TINGKAP... BILA KEADAAN SUDAH SELAMAT, API YANG MARAK TERPADAM... SI JIWA MERENUNG INSAN... MERAH MENYALA WAJAH INSAN MENAHAN KEMARAHAN... SI JIWA DI MARAHI DALAM DIAM KERANA MEMASUKI RUMAHNYA MELALUI TINGKAP... si jiwa ingin menyelamatkannya tetapi kenapa si jiwa dimarahi... PEDIH..... SEDH.... SUDAH BERIBU KALI SI JIWA MENGUNGKAP PERKATAAN BERUNDUR... kini, si jiwa yang terperangkap dalam kebakaran tersebut.... api sudah tidak dapat di padamkan lagi.... SI JIWA HANYA MENGANGGAP DIRI HANYALAH MENUMPANG HIDUP INSAN... ITU YANG AKAN SI JIWA SAMPAI BILA-BILA..... YA!!!!!!
Thursday, April 5, 2012
YONG GARU KEPALA YANG TAK GATAL....(2)
Disuatu pagi yang hening, kelihatan seorang gadis tergesa-gesa menyosong basikal sambil berlari - lari anak menuju ke pintu pagar Sekolah Menengah Agama al-Mazar. keadaan kawasan sekolah semakin hening, masing-masing sedang mengikuti kelas pengajian masing-masing. Yong tahu dia telah terlambat, perlahan- lahan dia melihat kekiri dan kekanan pagar, bimbang terserempak dengan pengawas sekolah.... FUHHHH... pengawas tidak bertugas hari ni... berdesup Yong meyosong basikal ke parkir dan terus berlari memasuki kelasnya di tingkat satu... " Yong, lambat lagi?" shasha menegur Yong dari belakang. Yong hanya tersenyum tawar dan terus melabuhkan punggungnya di kerusi... matanya memerhati sekumpulan rakan-rakannya sedang membuka kedai loyar buruk... hatinya terdetik, kalau dia join sekali mungkin banyak berita yang dia tahu... erm... malas lah...
jam menunjukkan pukul 8.30 pagi, tapi cikgu belum lagi muncul untuk meneruskan pembelajaran... mesyuarat kot... " erm, apa aku nak buat ni???, g lepak nga kawan-kawan kat luar kelas la... boleh tengok orang... he2" Yong terus membuka langkah menuju ke arah beberapa susuk tubuh yang sedang asyik berborak di anjung kelas... macam-macam topik diorang tahu.. pasal lelaki, cerita kelmarin dan macam2... diorang tak menghiraukan Yong coz yong tak banyak berceloteh dan menaruk cerita... Yong hanya menjadi seorang pendengar sahaja... dalam asyik membuka pelbagai lembaran cerita...
"Assalamualaikum kakak-kakak" kami disapa seoang adik yang boleh dikatakan wara' dan alim bertudung labuh... walaupun kami bertitle Sekolah agama, namun Yong adalah seorang jahiliah dalam agama... hanya berpura-pura bertudung labuh disekolah, diluar bertudung singkat tapi tidak pernah berpakaian seksi... hanya gadis biasa yang sedang dalam pencarian sinar baru... kami semua berpaling ke arah suara tersebut..
"Waalaikumussalam," kami saling berpandangan sesama sendiri.... dan saling menggangguk untuk mengetahui gerangan apa adik tersebut menegur kami....
Elin dan kawan-kawan adalah geng yang alim... mereka adalah kumpulan yang paling diambil contoh oleh guru-guru... mereka juga pandai berhujah dalam agama dan jauh berbeza dengan Geng Yong walaupun Geng Yong berusia dari mereka... memang jauh berbeza, bagai bumi dengan bulan.....
"oh.... Elin... ada apa Elin??" kami hanya tersenyum tawar... dan mencuit bahu masing-masing....
" erm... gni akak, hujung minggu ni kami adakan usrah di sekolah ni... kalau boleh kami nak ajak akak-akak suma join usrah tersebut???" "USRAH????" kami semua menggarukan kepala yang tidak gatal..... hati Yong berbisik keseorangan... "apa itu USRAH???, yang aku tahu usrah tu, tempat orang -orang tua berkumpul untuk mendengar ceramah agama.... adoilah..." itulah pandangan jahil Yong terhadap usrah... hatinya berbolak balik... rasa berat pula nak hadir perkara baru dalam hidupnya...
" he2... tengoklah camner lin... kalau kami nak g kami g deh...." Nini tersengih-sengih membalas ajakan elin... Elin tersenyum dan meninggalkan kami dengan salam... sekali lagi kami saling berpandangan... " Mu nok g Ko??" Khair mencetus ssekali lagi persoalan.....
" Kito tra g la dulu... mano tahu...sedap..." keputusan akhirnya telah dibuat dan kami bersepakat untuk cuba menghadirkan diri ke pengalaman usrah yang pertama... Yong dan kawan-kawan terus bergegas masuk ke kelas apabila mendengar derapan kaki cikgu Ainun yang sedang menghala ke kelas Yong... spontan suasana kelas menjadi sunyi dan sepi... semua ahli kelas masing-masing menjadi pendiam.
Seorang gadis terkocoh-kocoh mengayuh basikalnya memasuki medan parkir basikal, ia kelihatan ayu mengena baju kurung ungu dengan tudung segitiga ungu... begitulah Yong seawalnya yang tidak lekang dengan tudung bawal... perlahan-lahan ia berjalan menuju ke arah sekumpulan gadis yang sedang bersembang di kantin sekolah... keadaan hujung minggu di Sekolah Menengah Al-Mazar sunyi sepi...
Yong mencari rakan -rakannya... dia segan nak bertegur dengan geng-geng tudung labuh tu... baik dia menyendiri dan sekali-sekala tersenyum ke arah kumpulan Elin. Yong masih lagi melilau mencari sahabat berbicaranya... bunyi bising dari arah kanan sekolah... rupa-rupanya sahabatnya melepak dan menjelajah hampir ke seluruh kawasan sekolah....
" woit, buat apa kat belakang ni??" Yong memulakan persoalan...
" lepak aa... " Shasha menjawab dengan selamba...
"Kata ada Usrah... nape duk kat sini???" " Elin kata kakak-kakak yang handle usrah tak sampai lagi..." Yong mengangguk menandakan dia memahami yang sedang berlaku....
selang beberapa minit kemudian, Ada sahabat Elin memanggil kami untuk mengikuti usrah tersebut... Yong dan sahabat mengekori dari belakang... sepanjang dua jam usrah berlangsung, kami banyak berkongsi ilmu agama yang baru tapi cara usrah yang dihandle leh kakak-kakak tersebut sama seperti jyang dibayangkan oleh Yong... iaitu ceramah ilmu, namun diakhir ada aktiviti yang menarik mminat Yong iaitu games IMAN.... Minat Yong terhadap usrah kian terbuka sedikt daripada awalnya..... ( MARILAH KAWAN-KAWAN KITA IKUTI DULU KEBAIKAN TIDAK KIRA TERPAKSA ATAU SUKARELA KERAA DISITU BERMULA NOKTAH PERUBAHAN DALAM HIDUP KITA... INSYA ALLAH)...... (BERSAMBUNG)
jam menunjukkan pukul 8.30 pagi, tapi cikgu belum lagi muncul untuk meneruskan pembelajaran... mesyuarat kot... " erm, apa aku nak buat ni???, g lepak nga kawan-kawan kat luar kelas la... boleh tengok orang... he2" Yong terus membuka langkah menuju ke arah beberapa susuk tubuh yang sedang asyik berborak di anjung kelas... macam-macam topik diorang tahu.. pasal lelaki, cerita kelmarin dan macam2... diorang tak menghiraukan Yong coz yong tak banyak berceloteh dan menaruk cerita... Yong hanya menjadi seorang pendengar sahaja... dalam asyik membuka pelbagai lembaran cerita...
"Assalamualaikum kakak-kakak" kami disapa seoang adik yang boleh dikatakan wara' dan alim bertudung labuh... walaupun kami bertitle Sekolah agama, namun Yong adalah seorang jahiliah dalam agama... hanya berpura-pura bertudung labuh disekolah, diluar bertudung singkat tapi tidak pernah berpakaian seksi... hanya gadis biasa yang sedang dalam pencarian sinar baru... kami semua berpaling ke arah suara tersebut..
"Waalaikumussalam," kami saling berpandangan sesama sendiri.... dan saling menggangguk untuk mengetahui gerangan apa adik tersebut menegur kami....
Elin dan kawan-kawan adalah geng yang alim... mereka adalah kumpulan yang paling diambil contoh oleh guru-guru... mereka juga pandai berhujah dalam agama dan jauh berbeza dengan Geng Yong walaupun Geng Yong berusia dari mereka... memang jauh berbeza, bagai bumi dengan bulan.....
"oh.... Elin... ada apa Elin??" kami hanya tersenyum tawar... dan mencuit bahu masing-masing....
" erm... gni akak, hujung minggu ni kami adakan usrah di sekolah ni... kalau boleh kami nak ajak akak-akak suma join usrah tersebut???" "USRAH????" kami semua menggarukan kepala yang tidak gatal..... hati Yong berbisik keseorangan... "apa itu USRAH???, yang aku tahu usrah tu, tempat orang -orang tua berkumpul untuk mendengar ceramah agama.... adoilah..." itulah pandangan jahil Yong terhadap usrah... hatinya berbolak balik... rasa berat pula nak hadir perkara baru dalam hidupnya...
" he2... tengoklah camner lin... kalau kami nak g kami g deh...." Nini tersengih-sengih membalas ajakan elin... Elin tersenyum dan meninggalkan kami dengan salam... sekali lagi kami saling berpandangan... " Mu nok g Ko??" Khair mencetus ssekali lagi persoalan.....
" Kito tra g la dulu... mano tahu...sedap..." keputusan akhirnya telah dibuat dan kami bersepakat untuk cuba menghadirkan diri ke pengalaman usrah yang pertama... Yong dan kawan-kawan terus bergegas masuk ke kelas apabila mendengar derapan kaki cikgu Ainun yang sedang menghala ke kelas Yong... spontan suasana kelas menjadi sunyi dan sepi... semua ahli kelas masing-masing menjadi pendiam.
Seorang gadis terkocoh-kocoh mengayuh basikalnya memasuki medan parkir basikal, ia kelihatan ayu mengena baju kurung ungu dengan tudung segitiga ungu... begitulah Yong seawalnya yang tidak lekang dengan tudung bawal... perlahan-lahan ia berjalan menuju ke arah sekumpulan gadis yang sedang bersembang di kantin sekolah... keadaan hujung minggu di Sekolah Menengah Al-Mazar sunyi sepi...
Yong mencari rakan -rakannya... dia segan nak bertegur dengan geng-geng tudung labuh tu... baik dia menyendiri dan sekali-sekala tersenyum ke arah kumpulan Elin. Yong masih lagi melilau mencari sahabat berbicaranya... bunyi bising dari arah kanan sekolah... rupa-rupanya sahabatnya melepak dan menjelajah hampir ke seluruh kawasan sekolah....
" woit, buat apa kat belakang ni??" Yong memulakan persoalan...
" lepak aa... " Shasha menjawab dengan selamba...
"Kata ada Usrah... nape duk kat sini???" " Elin kata kakak-kakak yang handle usrah tak sampai lagi..." Yong mengangguk menandakan dia memahami yang sedang berlaku....
selang beberapa minit kemudian, Ada sahabat Elin memanggil kami untuk mengikuti usrah tersebut... Yong dan sahabat mengekori dari belakang... sepanjang dua jam usrah berlangsung, kami banyak berkongsi ilmu agama yang baru tapi cara usrah yang dihandle leh kakak-kakak tersebut sama seperti jyang dibayangkan oleh Yong... iaitu ceramah ilmu, namun diakhir ada aktiviti yang menarik mminat Yong iaitu games IMAN.... Minat Yong terhadap usrah kian terbuka sedikt daripada awalnya..... ( MARILAH KAWAN-KAWAN KITA IKUTI DULU KEBAIKAN TIDAK KIRA TERPAKSA ATAU SUKARELA KERAA DISITU BERMULA NOKTAH PERUBAHAN DALAM HIDUP KITA... INSYA ALLAH)...... (BERSAMBUNG)
Saturday, March 31, 2012
PERMUSAFIRAN GAYONG.....
Dalam kemestian permusafir, seorang insan akan mencari yang terbaik untuk hidupnya.. namun dalam setiap pencarian, ia akan mengalami jatuh bangun dalam medan perjuangan.. jika ia tidak tersadung ia akan gah mendongak langit, namun bila langkahnya longlai ia akan mula menyusur rentetan kembali sejarah hidupnya... yong menyosong langkahnya menutur setiap onak juang perjalanan dalam mengapai ketenangan jiwa... ia tidak tahu apa yang bakal ditempuhinya... yong mula mencari dirinya di medan awal permusafiran alam remaja... diawal inilah yong mula mengenal erti perahabatan, walaupun sekolah ini tidaklah semegah sekolah-sekolah yang lain tapi yong berasa bangga kerana ia mempunyai sahabat yang boleh bersembang Dan bermain dengannya... suka dan duka yang dialami yong disekolah ini akan dikenangi selama-lamanya... percintaan!!!! ramai sahabat yng yang mula mengorak langkah menuju ke lembah percintaan alam monyet... yong hanya memerhati dan menilai tapi bukan itu yang yong mahukan... walaupun yong pada mulanya bersembang dengan kaum adam.. tapi tidak sampai ke tahap berdating dan bercouple... hanya bertanya jika perlu... tapi yang tercetus pengalaman awal dalam alam remaja yong dimedan ini ialah fizikal yong yang kecil dan baby face.. salah satu sebab lagi mengapa yong x bercouple ialah kerana tiada siapa yang berani mendekati Gayong Bt Awal kerana dia seorang yang garang... he2... pantang sape yang berpantang angin denganGayong pasti satu kelas kecoh dengan suaranya yang garang walaupun fizikalnya yang kecil... kecil-kecil cili api(title yang paling sinonim)..... dihati memang cemburu juga melihat sahabat ada yang berpacaran namun ahhhh... x mahu dilayan perasaan itu.. biarkan GAYONG dengan prinsipnya.... (BERSAMBUNG)
Thursday, March 22, 2012
bekerjalah kerana ALLAH>>.
Dakwah tidak semudah disangka. Langkahan dalam dakwah bukan bererti karpet merah, namun ia adalah jalan berduri. Selagi khilafah Islamiyyah belum lagi tertubuh kembali, maka kerja kita masih belum selesai. Selagi ustaziatul alam belum juga tercapai, maka kerja dakwah ini perlu diteruskan dan menjadi satu kewajipan bagi umat Islam.
Alhamdulillah. Semakin ramai yang sedar dan ingin membuka mata mengenai tanggungjawab untuk membawa dakwah walaupun makin ramai juga yang mula terpesong dari akidah Islam sebenar. Inilah hakikat kita hidup di muka bumi ini, menjadi tanggungjawab seseorang insan untuk mengetuk hati insan lain yang berada dalam geloranya lautan dunia. Sabda Rasulullah SAW,
“Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Agama adalah nasihat, kami berkata : Kepada siapa? baginda bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Kerana agama itu nasihat, menjadi tanggungjawab kita menasihati insan disekeliling kita. Sebarkan cinta kita terhadap Islam kepada mereka, agar mereka tahu apa yang kita rasa, dan apa yang kita faham tentang indahnya Islam. Berkerjalah untuk Allah. Bukan hanya bekerja untuk diri dan orang sekeliling kita. Bangkitnya Islam terletak pada perubahan dalam diri kita dan perubahan para pemuda kita. Sebagai mana firman Allah,
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d; ayat 11)
Di sini, saya letakkan persoalan dan juga jawapannya.
Bagaimana untuk kita bekerja kerana Allah?
Pilihlah dari cabang mana pun selagi tidak bercanggah dengan Al-Quran dan sunnah. Anda memilih untuk bersendiri? Atau anda memilih untuk berjemaah? Silakan. Di mana mampunya anda, terserahlah. Namun, jangan kita lupa kerja kita adalah untuk Islam. Dewasa ini, ramai penceramah bebas mahupun penulis bebas tumbuh bagai cendawan. Mereka memilih untuk bekerja secara individu. Maka, terserah kepada mereka asalkan niatnya bekerja untuk Allah.
Tidak dilupakan, banyak juga tertubuhnya pelbagai jemaah. Kepelbagaian ini bukan bererti perpecahan, namun ia bererti makin ramai umat Islam mulai mengambil sikap peduli. Di mana anda ingin bekerja untuk Islam, terpulanglah. Namun, jangan sesekali memburukkan insan lain yang juga cuba berusaha untuk membangkitkan Islam andaipun anda yakin jemaah anda lah yang paling shahih. Namun andai niat itu untuk menegur, teruskanlah. Kerana teguran itu bermanfaat untuk sesama muslim.
Andai pilihan yang dibuat itu tepat, pasti kelak khilafah Islamiyyah akan tertegak. Pada saat itu juga semua jemaah dan individu akan bersatu pada titik bangunnya Islam itu, maka betulkan niat dan bekerjalah untuk Allah. Jangan merasa rendah diri mahupun bangga diri, namun rasailah izzah pada Islam itu sendiri.
Semoga kita bekerja untuk Allah, bukan atas sebab-sebab lain. Berlarilah andai itu kita mampu, kejarlah ilmu yang ada di dunia ini untuk bekalan ke akhirat sana. Tidakkah kita merindui saat kita diizinkan untuk melihat Pencipta kita? Dan itulah sebesar-besar ganjaran untuk orang yang teguh pada jalanNya. InsyaAllah.
Dan firman Allah SWT,
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Surah Muhammad; ayat 7)
Yakin dan percayalah, Allah bersama dengan orang yang sanggup berkorban untuk Islam.
Oleh: Nur Akmal binti IsmailBiro Media ISMA India
Saturday, February 25, 2012
GAYUNG PANDAI BERPUISI......
ENTAHLAH.... kini gayung tak tahu mahu menjejaki kaki kemana lagi... air mata sudah habis untuk berderaian. rasanya sudah puas otak gayung berfikir dan berhusnu zhon... tak mungkin rama -rama memahami hati gayung dikali... apakah dosa gayung yang terbiar???? salahkah jika gayung berusaha untuk mendapatkan seteguk air dari seorang puteri... kenapa ia sekejam itu... kenapa puteri lebih mementingkan kualiti takhtanya dari mekar wangi -wangian taman yang telah dibina selama ini.... GERAM!!!!! bukankah apa yang berlaku adalah qadha' dan qadar ALLAH swt... kenapa ia lebih mengutamakan perasaan dan sang penglipur mesti menjaga sebaik2 hatinya supaya tidak terjatuh kedalam kali... persoalannya siapa penglipur itu???? kenapa mesti penglipur menjaga hati dan perasaannya.. kita hanyalah sebagai makhluk, jadi sepatutnya penglipurlah mesti menjadi tonggak pemutar musafir.... HAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.... perasaan dan nafsu semata....
MASLAHAH.... memang tak baik menggunakan kalau... tapi cuba bayang... kalau ia tidak melihat kepada maslahah, bukankah dia juga yang akan tonggang terbalik...
KENAPA MESTI GAYUNG YANG SENTIASA MENGALAH????? yelah, gayung dilupakan bila zaman sudah semakin maju... gayung mesti mengenal dirinya sape.... HANYA UNTUK MENIMBA AIR DIKALI BAGI SANG LIPUR YANG KEHAUSAN.... sungguh kasihan pada gayung..... MENJERIT DAN MERINTIH GAYUNG SENDIRIAN... Sang Penglipur berpesan " USAH DIAMBIL KISAH JIWA2 YANG BERTUNGGASKAN PERASAAN DAN NAFSU TAPI TERUSKAN KERJA DAKWAHMU".......
ENTAH BILA PUTERI AKAN KEMBALI KE TAKHTA DAN RAMA -RAMA KEMBALI BERSARANG!!!! kadang - kadang gayung semakin rasa nak tergelak, yelah PUTERI yang mengibas-ngibas gaunnya tapi rama-rama yang ketakutan seperti bumi sudah kiamat..... SANG PENGLIPUR KALUT MENDENDANGKAN PUISI... KE HULU KE HILIR MEMBAWA PUISI BAGI MENGUBAT JIWA PUTERI... MUNGKIN BENAR JUGA KATA AMPAI-AMPAI DI AIR..... " jika kurang menghiraukan air dikali maka bertimbunlah lumut dikali.......
MUNGKIN GAYUNG JUGA BEGITU, TAK MAMPU UNTUK MEMBUANG SISA LUMUT DIDALAM KALI.... entahla... kadang-kadang gayung yang terasa sendiri....
RAMA- RAMA ASYIK KE SANA KE MARI BERTENGGEK MENGHISAP MADU DAN INGIN MENYAKSIKAN KECANTIKAN PUTERI DI DALAM ISTANA TETAPI GAYUNG DIKALI DIBIARKAN BERLUMUT DAN BERPANAS HUJAN..... BILA GAYUNG SEMAKIN RETAK, RAMA-RAMA HANYA TERBANG MENGIBAS SAYAP DAN MELIHAT DENGAN SEBELAH MATA SAHAJA...
TAPI BILA SANG PUTERI SAKIT, RAMA-RAMA MENYERBU MEMBAWA MADU PENYEMBUHAN..... TAPI MAAF... PUTERI...................... PUTERI.............
SANG PENGLIPUR HANYA MAMPU MENGGARU KEPALA..... garulah kepala tu sampai botak deh..... kepala kehabisan istilah puisi cinta..... sayang sungguh sang penglipur pada puisinya..... KEMBALILAH JAM BERPUTAR.... TAK MUNGKIN.........
BIARLAH... GAYUNG AKAN BERUSAHA SENDIRI SUPAYA DAPAT MENGGAPAI AIR DIKALI... BIARLAH GAYUNG DISITU TAPI OTAK GAYUNG AKAN SENTIASA BERFIKIR UNTUK MENERUSKAN TUGAS INI... BIARLAH ALAM BERKATA GAYUNG ADALAH YANG PALING HINA KERANA KEADAAN INI TAPI GAYUNG TAKKAN KEMBALI MENGHIRAUKAN PUTERI LAGI.... GAYUNG AKAN BIARKAN RAMA-RAMA BERFSAMA DENGAN PUTERI...... RAMA-RAMA AKAN BERSAMA-SAMA PUTERI... GAYUNG YANG BERSENDIRIAN MENDONGAK AWAN DAN BINTANG DILANGIT TANPA BERTEMAN..... BIARLAH SANG PENGLIPUR DENAGN NOTA2 PUISINYA.....
SEMOGA AMPAI-AMPAI TERUS MEMBERI KEKUATAN...............................................
MASLAHAH.... memang tak baik menggunakan kalau... tapi cuba bayang... kalau ia tidak melihat kepada maslahah, bukankah dia juga yang akan tonggang terbalik...
KENAPA MESTI GAYUNG YANG SENTIASA MENGALAH????? yelah, gayung dilupakan bila zaman sudah semakin maju... gayung mesti mengenal dirinya sape.... HANYA UNTUK MENIMBA AIR DIKALI BAGI SANG LIPUR YANG KEHAUSAN.... sungguh kasihan pada gayung..... MENJERIT DAN MERINTIH GAYUNG SENDIRIAN... Sang Penglipur berpesan " USAH DIAMBIL KISAH JIWA2 YANG BERTUNGGASKAN PERASAAN DAN NAFSU TAPI TERUSKAN KERJA DAKWAHMU".......
ENTAH BILA PUTERI AKAN KEMBALI KE TAKHTA DAN RAMA -RAMA KEMBALI BERSARANG!!!! kadang - kadang gayung semakin rasa nak tergelak, yelah PUTERI yang mengibas-ngibas gaunnya tapi rama-rama yang ketakutan seperti bumi sudah kiamat..... SANG PENGLIPUR KALUT MENDENDANGKAN PUISI... KE HULU KE HILIR MEMBAWA PUISI BAGI MENGUBAT JIWA PUTERI... MUNGKIN BENAR JUGA KATA AMPAI-AMPAI DI AIR..... " jika kurang menghiraukan air dikali maka bertimbunlah lumut dikali.......
MUNGKIN GAYUNG JUGA BEGITU, TAK MAMPU UNTUK MEMBUANG SISA LUMUT DIDALAM KALI.... entahla... kadang-kadang gayung yang terasa sendiri....
RAMA- RAMA ASYIK KE SANA KE MARI BERTENGGEK MENGHISAP MADU DAN INGIN MENYAKSIKAN KECANTIKAN PUTERI DI DALAM ISTANA TETAPI GAYUNG DIKALI DIBIARKAN BERLUMUT DAN BERPANAS HUJAN..... BILA GAYUNG SEMAKIN RETAK, RAMA-RAMA HANYA TERBANG MENGIBAS SAYAP DAN MELIHAT DENGAN SEBELAH MATA SAHAJA...
TAPI BILA SANG PUTERI SAKIT, RAMA-RAMA MENYERBU MEMBAWA MADU PENYEMBUHAN..... TAPI MAAF... PUTERI...................... PUTERI.............
SANG PENGLIPUR HANYA MAMPU MENGGARU KEPALA..... garulah kepala tu sampai botak deh..... kepala kehabisan istilah puisi cinta..... sayang sungguh sang penglipur pada puisinya..... KEMBALILAH JAM BERPUTAR.... TAK MUNGKIN.........
BIARLAH... GAYUNG AKAN BERUSAHA SENDIRI SUPAYA DAPAT MENGGAPAI AIR DIKALI... BIARLAH GAYUNG DISITU TAPI OTAK GAYUNG AKAN SENTIASA BERFIKIR UNTUK MENERUSKAN TUGAS INI... BIARLAH ALAM BERKATA GAYUNG ADALAH YANG PALING HINA KERANA KEADAAN INI TAPI GAYUNG TAKKAN KEMBALI MENGHIRAUKAN PUTERI LAGI.... GAYUNG AKAN BIARKAN RAMA-RAMA BERFSAMA DENGAN PUTERI...... RAMA-RAMA AKAN BERSAMA-SAMA PUTERI... GAYUNG YANG BERSENDIRIAN MENDONGAK AWAN DAN BINTANG DILANGIT TANPA BERTEMAN..... BIARLAH SANG PENGLIPUR DENAGN NOTA2 PUISINYA.....
SEMOGA AMPAI-AMPAI TERUS MEMBERI KEKUATAN...............................................
Friday, February 17, 2012
Rinduku hanya padaMu Ya ALLAH
ku sering alpha dalam pengemudian diri ini
sering kali ujian mendatang,
kaki ini mula mengorak lemah dan layu,
NAMUN..
dengan cintaMu dan kasih sayangMu
ku harunginya dengan keimanan
keluhan sudah berlalu
namun
kegetiran dan kegusaran
kehilangan cintaMu
dari hambaMu yang lemah ini
tiada yang mampu membantu
melainkan engkau yang maha perkasa...
ku merindui
YA TUHANKU....
Friday, January 20, 2012
Ramai yang mengaku dirinya sihat, tapi sebenarnya yakinlah anda bahawa sebenarnya mereka adalah sakit.... sebagai contohnya. jika kita perhatikan seseorang yang sakit akan bersegera berjumpa dengan pakar-pakar dalam perubatan tidak kisahlah ia moden atau tradisional.... tetapi berapa ramaikah apabila sakit ia segera berjumpa dengan pakar penciptanya...?? mereka lebih meyakini apa yang mereka memandang pada zahirnya tetapi tidak pada lahirnya..... dalilnya " didalam tubuh seorang anak ada seketul darah... bila baik ia maka baiklah seluruhnya dan bila ia rosak maka rosaklah seluruhnya... darah tersebut ialah hati...'"
sakit sebenarnya berpunca dari rohani kita yang tidak diisi dengan penyucian jiwa dan muhasabah diri... jika kita perbanyakkan zikkr munajat, isytighfar dan tilawah.. insyaAllah sakit yang kita akan beransur hilang.. ini kerna raja tubuh telah kembali sihat.... ia akan kembali lesu bila kita asyik mengejar kebendaan dunia tanpa mempedulikan ganjaran akhirat... perbanyakkan muhasabah dan perbanyakkan tilawah... insyaAllah, Allah bersama orang yang sabar.....
sakit sebenarnya berpunca dari rohani kita yang tidak diisi dengan penyucian jiwa dan muhasabah diri... jika kita perbanyakkan zikkr munajat, isytighfar dan tilawah.. insyaAllah sakit yang kita akan beransur hilang.. ini kerna raja tubuh telah kembali sihat.... ia akan kembali lesu bila kita asyik mengejar kebendaan dunia tanpa mempedulikan ganjaran akhirat... perbanyakkan muhasabah dan perbanyakkan tilawah... insyaAllah, Allah bersama orang yang sabar.....
Subscribe to:
Posts (Atom)






